Sepasang Kekasih Diamankan Polisi Lantaran Sebar Video Ujaran Kebencian

Tohavit.com – Polres Trenggalek berhasil mengamankan dua pelaku yang merupakan pasangan kekasih yang diketahui berasal dari Trenggalek dan Tulungagung. Kedua pelaku ditangkap dengan tuduhan telah melakukan sebuah produksi dan juga menyebarkan video ujaran kebencian berbau Suku Ras Agama dan Antargolongan (SARA).

Hal yang telah mereka lakukan menyebabkan terjadinya gesekan dua kelompok masyarakat. Kapolres Trenggalek, AKBP Didit Bambang Wibowo Saputra, menuturkan jika kedua tersangka yakni AR (perempuan) warga Desa Sebalor, Kecamatan Bandung, Tulungagung serta RPE (laki-laki) warga Desa Sidomulyo, Kecamatan Pule, Trenggalek.

Selain mengamankan kedua pelaku, polisi juga berhasil mengumpulkan sejumlah barang bukti berupa salinan video ujaran kebencian yang diunggah di media sosial, screenshot video, telepon genggam serta sejumlah barang bukti lain.

“Tersangka perempuan ini dengan sengaja memproduksi sebuah video yang di dalamnya terdapat ucapan SARA, kemudian video itu dikirimkan kepada tersangka laki-laki, selanjutnya disebar ke media sosil,” kata Didit, Selasa (17/7/2018) sore.

Video yang ada dinilai cukup sensitif dan dapat menyinggung kelompok persilatan tertentu di Trenggalek maupun Tulungagung. Tersebarnya video itu juga disebut nyaris memicu terjadinya perselisihan ketegangan di antara dua kelompok masyarakat.

“Kami langsung bergerak untuk meredam persoalan itu agar tidak meluas dan memicu hal-hal yang tidak diinginkan. Kemudian Satresrim juga langsung bergerak cepat sehingga mampu mengungkap identitas kedua pelaku dan menangkapnya,” ungkap Didit.

Setelah berhasil diamankan, pelaku yang berinisial AR akhirnya mengakui semua perbuatan yang sudah dirinya lakukan terhadap petugas kepolisian. Ia juga menyesali tindakannya memproduksi dan menyebarkan video tersebut. “Saya minta minta maaf kepada semua pihak yang telah kami rugikan,” ujarnya.

Keduanya pun langsung ditahan dan dijerat dengan Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) dengan ancaman hukuman maksimal enam tahun penjara.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *