Pekalongan Alami Kelangkaan Gas Elpiji Selama Sebulan Terakhir

Tohavit.com – Selama sebulan terakhir ini sudah terjadi langkanya gas elpiji yang berukuran 3kg. Kelangkaan tersebut terjadi di daerah Pekalongan. Harganya langsung naik secara cepat dari harga biasanya.

Dengan adanya kenaikkan harga yang melonjak tinggi tersebut, akhirnya pihak dari Pertamina langsung melakukan operasi pasar untuk mengatasi persoalan tersebut. Di Kota Pekalongan harga elpiji 3 kg di tingkat eceran bervariasi antara Rp 17 ribu hingga Rp 21 ribu. Bahkan, di beberapa titik seperti di Bumirejo, Pekalongan Barat, harganya mencapai Rp 24 ribu. “Itu pun sulit didapatkan,” kata Rustati (45) warga setempat, Rabu (06/12/2017).

Untuk hari pertama, Pertamina melalui agen-agen elpiji 3 kg menggelar operasi pasar. Seperti yang dilakukan di halaman Kantor Kecamatan Pekalongan Barat, pihak agen menyediakan 200 tabung gas dengan harga Rp 15,5 ribu/tabung.

Dengan adanya operasi pasar yang dilakukan oleh pihak Pertamina tersebut, respon yang didapatkan dari para warga yang mengalami kelangkaan gas elpiji 3kg. Warga langsung menyerbu untuk mendapatkannya. Namun untuk dapat membeli tabung gas dari operasi pasar tersebut warga harus dapat menunjukkan KTP.

Pengamatan detikcom dalam operasi pasar tersebut, pihak agen banyak menolak warga yang akan membeli karena tidak dapat menunjukan KTP. “Gas ini (melon) peruntukannya memang untuk warga miskin, dan setiap daerah telah dijatah masing-masing ya harus menunjukan KTP,” jelasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *