Ayah Tiri Tega Sekap Anak Istrinya Di Hotel Yang Ada Di Solo

Tohavit.com – Seorang wanita yang merupakan ibu dari dua korabn penyekapan yang dilakukan oleh pelaku di Solo. Korban tidak hanya disekap saja tapi juga mendapatkan tindak penganiaayan yang dilakukan oleh pelaku.

Korban yang berinisial P tersebut disekap dan juga dianiaya oleh sang ayah tirinya sendiri. Pria yang yang menikahi ibuny, Maria Geovani (35) secara siri itulah yang menjadi pelaku. Pelaku bernama Dedi.

Hingga kini petugas kepolisian telah berhasil menangkap dua tersangka yang diduga menyekap dan menganiaya P di Hotel Wismantara, Banjarsari, Solo, Jumat lalu. Kedua tersangka yakni Dedi (32) dan adiknya, Iwan (22).

Pasangan suami istri, Maria dan Dedi memang bertempat tinggal di Tangerang tersebut datang ke Solo untuk mengurus beberapa keperluan mereka. Mereka datang bersama dua anak kandung Maria dan menginap di sebuah hotel. Namun karena harus berobat ke Surabaya, Maria meninggalkan kedua anaknya kepada Dedi. Sampai akhirnya Maria mendapatkan kabar bahwa Dedi berurusan dengan polisi.

“Waktu saya di Surabaya ditelepon Dedi suruh bawa akta kelahiran anak saya. Katanya dia akan dibawa ke Polsek Banjarsari. Setelah ke Solo, baru tahu ada peristiwa ini,” kata Maria, Senin (19/2/2018).

Sebelum peristiwa penyekapan, Maria sempat menanyakan kabar anaknya. Dedi ternyata mengajak anak-anak tersebut ke Hotel Wismantara, tempat keluarga Dedi menginap.

“Katanya diajak jalan-jalan ke rumah saudara, karena ibunya kan asli Solo. Ternyata dibawa ke hotel. Saya tidak tahu saudara-saudaranya menginap di hotel,” ujar dia.

Dari dalam hotel polisia akhirnya nberhasil mendapatkan kenyataan jika P telah disekap dalam keadaan tangan dan kaki terikat. Selain itu i=juga banyak terdapat luka disekujur tubuh P yang merupakan tindak penganiayaan yang diduga dilakukan oleh kedua tersangka. Selama ini, kata Maria, Dedi tidak pernah menunjukkan sikap buruk kepada anaknya. Bahkan di depan Maria, Dedi selalu bersikap manis kepada anak-anak. Maria pun tidak pernah manaruh curiga kepada Dedi. Terlebih, anak-anaknya juga tidak pernah melapor kepadanya tentang sikap Dedi.

“Selama ini saya yang kerja, Dedi yang ngurus anak. Saya setiap hari pergi pagi pulang malam, tidak pernah tahu kalau ada luka-luka di tubuh anak saya,” tuturnya.

Mengetahui tindak penganiayaan terhadap anaknya, Maria berharap tersangka diberi sanksi setimpal. Dia juga berharap putranya segera diberi kesembuhan.

“Ibu-ibu di dunia pasti tahu rasanya kalau anak kita dipukul orang lain. Semoga diproses hukum yang setimpal,” tutupnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *